Tokoh Pendidikan Prof Syawal Gultom Terima Penghargaan dari Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumut

MEDAN– Akademisi yang juga Guru Besar Universitas Negeri Medan ( Unimed) Prof Dr Syawal Gultom MPd menerima penghargaan dari Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumatera Utara.

Penghargaan itu diterimanya atas peran aktif dan ide-ide gagasan solutif yang terus digaungkan di berbagai pertemuan ilmiah secara regional, nasional dan internasional dalam memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumut Dr Dionisius Sihombing S.Pd MSi menyebutkan, Prof Syawal merupakan satu dari tokoh pendidikan Indonesia yang sangat paham tentang keadaan pendidikan di Indonesia.

“Berdasarkan analisis berbagai tokoh, ia layak didaulat menjadi menteri pendidikan,” sebut Dionisius Sihombing, Rabu (27/3/2024).

Pemberian penghargaan berupa poster gambar yang berisi dalil pembangunan bangsa “Membangun Negeri dari Sekolah” tersebut diserahkan Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumut Dr Dionisius di Gedung Biro Rektor Unimed.

Dionisius menuturka alasan untuk pemberian tanda apresiasi itu lantaran dirinya sangat setuju dan mengamini dalil pembangunan negeri yang dicetuskan Prof Syawal Gultom.

Ia mengaku optimis bangun tidaknya suatu bangsa atau negeri harus berawal dari lembaga pendidikan atau sekolah.

Menurutnya itu bisa terjadi apabila pendidikan diselenggarakan secara berkualitas dan bermutu.

Dia menilai pendidikan nasional belum baik dan belum menggembirakan saat ini karena penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan belum terjadi secara berkualitas atau bermutu.

Bahkan pengelolaan dan kepemimpinan pendidikan belum dimandatkan kepada tokoh- tokoh pendidikan yang mengerti dan memahami situasi pendidikan nasional.

Menurutnya hal ini tentunya menghadirkan pemimpin bidang pendidikan yang tidak mumpuni dalam meracik obat penyembuh atas persoalan pendidikan yang terjadi.

Dion yang juga akademisi penemu Manajemen Sekolah Berbasis Budaya Batak (MSB3) ini sangat meyakini bahwa kemajuan bangsa atau negeri hanya akan terjadi apabila terwujud kemajuan bidang pendidikan.

Menurutnya, Prof Syawal Gultom merupakan akademisi yang menjadi kebanggaan dari Unimed dan masyarakat Sumut
yang bisa meraih gelar tokoh pendidikan nasional karena dinilai telah berkontribusi besar dalam pembangunan bidang pendidikan nasional.

Capaian besar itu menurut Dion tidak lepas dari pengalaman kepemimpinan Prof Syawal Gultom, sebagai rektor Universitas Negeri Medan selama dua periode.

Ia menilai Prof Syawal tokoh sentral yang turut merancang dan mengembangkan kurikulum pendidikan 2013 saat menjabat kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) di Kemendikbud.

Prof Syawal juga sebagai Ketua Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan Guru (PPG) Nasional.

Pengalaman kepemimpinan itu juga yang mendorong Dion dengan rasa tulus ikhlas dan bangga memberikan apresiasi atas ketokohan Prof Syawal Gultom.

Atas dalil jitu membangun bangsa tersebut, Dion menyerukan kepada publik dan berharap kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Raka Buming agar Prof Syawal Gultom yang tokoh pendidikan nasional sebagai putra bangsa patut dipercaya menjadi Menteri Pendidikan Nasional.

Sebagai landasan kepatutannya, sebutnya, Prof Syawal Gultom telah mengerti dan bahkan sangat memahami permasalahan pendidikan secara nasional.

Prof Syawal juga memiliki data lengkap terkait masalah pendidikan nasional, serta berkecakapan, cermat dan cerdas dalam mengurai solusi menyikapi persoalan pendidikan nasional.

Menurutnya, jika Prof Syawal Gultom diberikan kepercayaan menjadi Menteri Pendidikan Nasional, maka akan sangat besar potensinya mewujudkan kemajuan pendidikan nasional. Itu berdampak langsung bagi pembangunan bangsa.

Dion berharap rekrutmen pemimpin bidang pendidikan nasional tidak diisi berdasarkan pertimbangan politik praktis semata, melainkan karena profesionalisme dan pengalaman seseorang di bidang pendidikan serta kecintaannya untuk memajukan kepentingan bangsa.

“Prof Syawal Gultom telah memenuhi kriteria itu. Hanya jadi persoalannya adalah apakah kriteria profesionalisme dan pengalaman seseorang dalam bidang pendidikan jadi dasar pertimbangan rekrutmen kepemimpinan nasional bidang pendidikan,” katanya.

Dijelaskannya, anugerah sebagai Tokoh Pendidikan Nasional diberikan Forum Fakultas Ilmu Pendidikan dan Jurusan/Prodi Ilmu Pendidikan Indonesia kepada Prof Syawal Gultom menjadi bukti kuat dan nyata bahwa kontribusinya membangun pendidikan secara nasional telah dirasakan. Itu dirasakan melalui kinerja kepemimpinannya.

Dion menuturkan pemberian penghargaan tersebut sebagai bentuk doa dan dukungan agar Prof Syawal Gultom menjadi menteri di pemerintahan baru mendatang. (swisma)