Dinilai Coreng Nama Partai, Warga Minta PDIP Sumut Copot David Roni Sinaga

MEDAN – Ratusan warga Kota Medan mendatangi Kantor DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumut, di Jalan Jamin Ginting, Medan Selayang, Kota Medan, Selasa (21/2/2024) siang.

Mereka menggelar unjuk rasa, meminta dan mendesak pengurus DPD PDIP Sumut untuk mencopot David Roni Sinaga sebagai kader partai berlogo banteng tersebut. Sekaligus mem-PAW-kan David Roni dari jabatan sebagai anggota DPRD Medan.

Ratusan warga simpatisan PDIP ini, mengaku berasal dari daerah pemilihan IV Kota Medan, tempat anggota DPRD Medan David Roni Sinaga terpilih. Unjuk rasa digelar sebagai sikap kepedulian mereka terhadap partai.

Mereka mengaku kecewa dengan tindakan David Roni Sinaga, yang dianggap telah mencoreng citra partai yang mereka cintai.

Seperti diketahui, David Roni Sinaga bersama 2 rekannya dilaporkan seorang warga dalam kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan. Mirisnya, peristiwa itu diduga terjadi di parkiran salah satu tempat hiburan malam di Kota Medan.

Bahkan, sebuah video yang diduga David Roni Sinaga bersama rekannya, yang ditengarai mabuk berat di tempat hiburan malam itu, beredar luas dan viral di tengah-tengah masyarakat.

“Sebagai anggota dewan dan kader partai, seharusnya David Roni menjadi contoh dan teladan. Namun tindakannya tidak saja mencoreng citra legislatif, juga merusak nama baik partai yang kami sayangi,” seru Martius Situmorang, koordinator aksi warga.

Dalam aksi itu, warga meminta PDIP Sumut mengambil sikap tegas, agar nama partai tidak tercoreng semakin jauh.

“PDIP Sumut agar segera mencopot David Roni Sinaga dari kader partai. Dan menggeser David Roni Sinaga dari posisinya sebagai anggota DPRD Medan,” ujar Martius.

Sempat menanti hampir 2 jam, ratusan warga akhirnya diterima Sekretaris DPD Sumut, Sutarto dan Wakil Ketua Aswan Jaya.

“Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pengurus lainnya, termasuk kepada Ketua DPD PDIP Sumut. Namun, bila meminta keputusan pencopotan hari ini, itu tidak mungkin,” ungkap Sutarto didampingi Aswan Jaya.

Ia menjelaskan, pencopotan itu harus melalui pembahasan terlebih dulu di internal, karena itu merupakan kewenangan partai.

“PDIP Sumut menghormati dan menghargai proses hukum yang berjalan saat ini. Kami juga menghargai aspirasi yang disampaikan warga. Aspirasi ini akan diteruskan kepada pengurus lainnya,” sambungnya.

Usai mendengar jawaban Sutarto, ratusan warga membubarkan aksinya dan berjanji akan kembali menagih janji DPD PDIP Sumut. (Red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.